VIRALQQ- Akhirnya film What’s Up With Secretary Kim yang ditunggu-tunggu akan tayang di Vidio pada hari ini, Sabtu (8/11/2025). Jangan heran kalau merasa familiar dengan judul film ini, karena Vidio original film ini adalah adaptasi dari webtoon dan webnovel populer berjudul What’s Wrong with Secretary Kim.
Kisah yang sama juga pernah diangkat dalam versi drama Korea sukses yang dibintangi Park Seo Joon dan Park Min Young, dengan tajuk What's Wrong with Secretary Kim. Tak hanya Indonesia, ada dua negara lain yang juga telah mengadaptasi cerita ini yakni Filipina serta Thailand dengan sentuhan nuansa lokal masing-masing.
What’s Up with Secretary Kim versi Indonesia sendiri berkisah tentang Rendra Prakasa (Adipadi Dolken), wakil presdir di sebuah perusahaan ternama yang sudah sembilan tahun bekerja dengan sang sekretaris, Kimberley Laksono (Mawar de Jongh).
Dunia Rendra goncang ketika Kim memutuskan untuk resign. Kabar itu membuat Pak Rendra linglung dan mulai sadar, mungkin ada hal penting yang selama ini belum pernah ia ungkapkan.
Rupanya, ada sejumlah fakta dan cerita menarik di balik layar film What’s Up With Secretary Kim. Apa saja?
1. Digarap Sejak 2021
Meski dirilis jelang akhir tahun 2025, film ini ternyata sudah disiapkan sejak bertahun-tahun lalu.
"Kami sudah menantikan film ini sejak lama, kalau boleh bocorin, film ini dibuat dari 2021, jadi sudah selama itu. Semoga kalian happy nontonnya," kata Adipati Dolken dalam konferensi pers film ini yang dihelat di XXI Plaza Indonesia, Kamis (6/11/2025), dilansir dari Antara.
2. Adipati Dolken dan Park Seo Joon
Adipati Dolken menyebut karakter Park Seo Joon sebagai Lee Young Joon di versi drama Korea, sebagai salah satu rujukan dalam memerankan tokoh Rendra di film ini.
"Referensinya ya nonton Park Seo Joon pastinya ya. Itu referensinya, karena memang kan ya walaupun kita berangkatnya dari webtoon/webnovel populer 'What’s Wrong with Secretary Kim?', yang sebelumnya juga sukses di Korea, Filipina, dan Thailand gitu kan," kata dia.
Adipati Dolken bahkan mengaku sudah dua kali menamatkan drakor ini.
3. Sifat Narsis yang Seimbang
Sutradara Rako Prijanto rupanya sempat meminta Adipati Dolken untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya demi perannya ini.
"Untuk peran Rendra, Pak Rako memang meminta saya untuk melakukan sedikit perubahan, yaitu merapikan badan dan menambah sedikit otot, karena saat syuting saya terbilang kurus banget," kata Adipati Dolken.
4. Mengintip Gestur Bos Falcon Pictures
Selain Park Seo Joon, ada satu orang lain yang ia jadikan referensi untuk menghidupkan karakternya di film ini. Yakni salah satu pendiri dan pemimpin Falcon Pictures, H.B. Naveen. Apalagi, kata Adipati Dolken, dalam persiapan syuting film ia sering melihat interaksi H.B Naveen dengan karyawannya.
"Pak Naveen suka lewat. Itu bisa kita lihat juga waktu itu sebenarnya. Pak Naveen lewat, gitu kan. Pak Naveen ngobrol sama anak buahnya. Jadi, nyonteknya ada di situ sebenarnya," kata Adipati.
Ia melanjutkan, "Dia punya karisma, gitu. Yang saya cari itu detail cara ngobrolnya, bagaimana seorang bos bisa tetap berbicara dengan respect, tapi di saat yang sama menegaskan 'gue bosnya'. Dinamika itu yang saya pelajari."
5. Mawar de Jongh Belajar Jadi Karyawan
Tak hanya Adipati Dolken, Mawar de Jongh pun melakukan riset personal untuk perannya di film ini. Diberitakan sebelumnya, ia banyak melakukan observasi demi karakter sekretaris yang diperankannya.
Ia ingin karakter Kim terasa relate bagi para penonton.
"Aku sempat mengobrol dan memperhatikan teman-teman yang kerja di kantor, dari cara mereka bicara, berpakaian, sampai bagaimana mereka bersikap ke atasan," Mawar de Jongh menjelaskan.
6. Aura yang Berbeda dengan Drakor
Seperti film adaptasi yang telah dibuat di negara lain, ada sejumlah nuansa berbeda dalam What’s Up With Secretary Kim bila disandingkan dengan versi drakor yang kondang.
"Jadi, kalau kami tuh bikinnya sangat realis gitu, sementara versi Korea-nya kan sangat komikal, gitu kan," kata Rako Prijanto, diwartakan Antara.
Ia menambahkan, "Kayak ada kata-kata 'aura' gitu kan (dalam serial drama yang diadaptasi). Nah di sini tuh enggak kami tonjolkan, karena memang kami kepingin realis, supaya, tadi ya dekat dengan penonton Tanah Air."
No comments:
Post a Comment