LIGADUNIA365- Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang asal usul dan kisah hidup Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan Hakka terkenal yang berjasa besar dalam perkembangan Kota Medan:
Asal-usul dan Masa Awal Hidup
-
Nama dan asal-usul
Tjong A Fie lahir pada tahun 1860 di Distrik Meixian, Provinsi Guangdong, Tiongkok, dengan nama asli Tjong Fung Nam. Ia berasal dari keluarga sederhana keturunan Hakka.(Wikipedia, pilarmerdeka.com) -
Merantau ke Tanah Deli
Sekitar tahun 1875–1878, pada usia sekitar 18 tahun, Tjong A Fie merantau ke Medan (dulu wilayah Kesultanan Deli) menyusul kakaknya, Tjong Yong Hian, yang sudah lebih dahulu menetap dan menjadi tokoh penting dalam komunitas Tionghoa di Medan.(Wikipedia, pilarmerdeka.com, Tempo Travel) -
Masa-masa awal di Medan
Sesampainya di Medan, ia bekerja serabutan—di toko milik kerabatnya, melakukan berbagai tugas dari melayani pelanggan hingga menagih utang. Lewat kerja keras, ketekunan, dan kemampuan sosialnya, ia membangun reputasi yang baik.(pilarmerdeka.com, Tempo Travel, bonarinews.com)
Karier, Kesuksesan, dan Jasa untuk Medan
-
Bisnis dan kekayaan
Tjong A Fie kemudian berkembang menjadi pengusaha sukses dengan portofolio bisnis luas: perkebunan tembakau, pabrik gula, kelapa sawit, bank (termasuk Deli Bank bersama kakaknya pada 1907), hingga perusahaan kereta api di Sumatera Utara. Bisnisnya mempekerjakan lebih dari 10.000 orang.(https://medan.inews.id/, Wikipedia, Tempo Travel, bonarinews.com) -
Jabatannya sebagai Kapitan Tionghoa
Pada tahun 1911, ia diangkat menjadi Majoor der Chinezen (Kapitan Cina) menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian, dan menjabat hingga wafat tahun 1921.(Wikipedia) -
Kontribusi sosial dan pembangunan
Ia dikenal luas karena kedermawanannya dan toleransi antaragama. Beberapa kontribusi pentingnya di Medan antara lain:-
Membangun Masjid Raya Al-Mashum dan Masjid Lama Gang Bengkok, menunjukkan sikap hormatnya terhadap umat Islam.(unimmafm.com, https://medan.inews.id/, DJKN Kemenkeu, Wikipedia, bonarinews.com)
-
Mendirikan rumah sakit Tionghoa Tjie On Jie Jan dan menyumbang fasilitas publik seperti menara lonceng Balai Kota, jembatan kebajikan, rumah sakit kusta di Pulau Sicanang, serta tempat ibadah dan kuil untuk komunitas Kristen dan Hindu.(https://medan.inews.id/, Historical Sumut, Akurat.co, Wikipedia, detiknews)
-
Mendirikan jalur kereta api (Deli Spoorweg Maatschappij) yang menghubungkan Kota Medan dengan Pelabuhan Belawan.(https://medan.inews.id/, Wikipedia)
-
Rumah, Museum & Warisan
-
Rumah megahnya
Ia membangun Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani—Kesawan—antara tahun 1895 hingga 1900. Rumah ini menggabungkan desain arsitektur Tionghoa, Eropa, dan Melayu, berdiri di lahan luas, berlantai dua, dan memiliki puluhan ruangan serta ornamen asli yang masih terawat—sebagian besar koleksi interiornya masih asli hingga kini.(unimmafm.com, pilarmerdeka.com, Wikipedia, DJKN Kemenkeu, bonarinews.com) -
Museum dan cagar budaya
Rumah ini dibuka untuk umum sebagai Museum Tjong A Fie pada 18 Juni 2009, bertepatan dengan peringatannya yang ke-150. Kemudian, pada sekitar 2010–2015, rumah ini ditetapkan sebagai cagar budaya Provinsi Sumatera Utara.(unimmafm.com, DJKN Kemenkeu, Wikipedia) -
Pesan moral terakhir
Di dalam museum terdapat surat wasiat Tjong A Fie yang memuat lima pesan moral, salah satunya menyerukan bantuan kepada yang miskin, sakit, atau tidak mampu menghidupi diri, tanpa membedakan golongan.(unimmafm.com, DJKN Kemenkeu)
Wafat dan Wasiat
-
Wafat
Tjong A Fie wafat pada 4 Februari 1921 dalam usia 61 tahun akibat pendarahan otak (apopleksia). Pemakamannya berlangsung besar dan mengundang ribuan pelayat dari Medan, Sumatera Timur, Aceh, Padang, Penang, Malaya, Singapura, dan Pulau Jawa.(https://medan.inews.id/, Unimed Repository, Historical Sumut, detiknews, Wikipedia) -
Wasiat dan Yayasan Toen Moek Tong
Beberapa bulan sebelum wafat, ia membuat surat wasiat di hadapan notaris. Ia mewasiatkan seluruh kekayaannya untuk membentuk Yayasan Toen Moek Tong di Medan dan Sungkow. Yayasan ini harus menjalankan program: mendukung pendidikan pemuda berbakat berkelakuan baik, membantu cacat, serta korban bencana alam tanpa diskriminasi.(https://medan.inews.id/, Historical Sumut, chuyadeblek.blogspot.com)
Ringkasan Singkat
| Aspek | Detil |
|---|---|
| Asal-usul | Lahir di Guangdong (1860), merantau ke Medan usia 18 |
| Karier Bisnis | Perkebunan, perbankan (Deli Bank), kereta api |
| Jabatan Sosial | Majoor der Chinezen Medan (1911–1921) |
| Kontribusi Sosial | Pembangunan masjid, gereja, rumah sakit, infrastruktur umum |
| Rumah & Museum | Rumah dibangun 1895–1900, jadi museum sejak 2009 |
| Wasiat | Yayasan untuk pendidikan dan bantuan sosial |
| Wafat | 4 Februari 1921, pemakaman megah dan penuh penghormatan |
Tjong A Fie adalah contoh nyata sosok perantau dengan semangat kerja keras, toleransi antaragama, dan dedikasi sosial — yang legacy-nya masih dikenang hingga sekarang, termasuk di Museum Tjong A Fie di Medan.
No comments:
Post a Comment