Monday, September 1, 2025

kisah hidup Tjong A Fie

 


LIGADUNIA365- Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang asal usul dan kisah hidup Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan Hakka terkenal yang berjasa besar dalam perkembangan Kota Medan:


Asal-usul dan Masa Awal Hidup

  • Nama dan asal-usul
    Tjong A Fie lahir pada tahun 1860 di Distrik Meixian, Provinsi Guangdong, Tiongkok, dengan nama asli Tjong Fung Nam. Ia berasal dari keluarga sederhana keturunan Hakka.(Wikipedia, pilarmerdeka.com)

  • Merantau ke Tanah Deli
    Sekitar tahun 1875–1878, pada usia sekitar 18 tahun, Tjong A Fie merantau ke Medan (dulu wilayah Kesultanan Deli) menyusul kakaknya, Tjong Yong Hian, yang sudah lebih dahulu menetap dan menjadi tokoh penting dalam komunitas Tionghoa di Medan.(Wikipedia, pilarmerdeka.com, Tempo Travel)

  • Masa-masa awal di Medan
    Sesampainya di Medan, ia bekerja serabutan—di toko milik kerabatnya, melakukan berbagai tugas dari melayani pelanggan hingga menagih utang. Lewat kerja keras, ketekunan, dan kemampuan sosialnya, ia membangun reputasi yang baik.(pilarmerdeka.com, Tempo Travel, bonarinews.com)


Karier, Kesuksesan, dan Jasa untuk Medan

  • Bisnis dan kekayaan
    Tjong A Fie kemudian berkembang menjadi pengusaha sukses dengan portofolio bisnis luas: perkebunan tembakau, pabrik gula, kelapa sawit, bank (termasuk Deli Bank bersama kakaknya pada 1907), hingga perusahaan kereta api di Sumatera Utara. Bisnisnya mempekerjakan lebih dari 10.000 orang.(https://medan.inews.id/, Wikipedia, Tempo Travel, bonarinews.com)

  • Jabatannya sebagai Kapitan Tionghoa
    Pada tahun 1911, ia diangkat menjadi Majoor der Chinezen (Kapitan Cina) menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian, dan menjabat hingga wafat tahun 1921.(Wikipedia)

  • Kontribusi sosial dan pembangunan
    Ia dikenal luas karena kedermawanannya dan toleransi antaragama. Beberapa kontribusi pentingnya di Medan antara lain:


Rumah, Museum & Warisan

  • Rumah megahnya
    Ia membangun Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani—Kesawan—antara tahun 1895 hingga 1900. Rumah ini menggabungkan desain arsitektur Tionghoa, Eropa, dan Melayu, berdiri di lahan luas, berlantai dua, dan memiliki puluhan ruangan serta ornamen asli yang masih terawat—sebagian besar koleksi interiornya masih asli hingga kini.(unimmafm.com, pilarmerdeka.com, Wikipedia, DJKN Kemenkeu, bonarinews.com)

  • Museum dan cagar budaya
    Rumah ini dibuka untuk umum sebagai Museum Tjong A Fie pada 18 Juni 2009, bertepatan dengan peringatannya yang ke-150. Kemudian, pada sekitar 2010–2015, rumah ini ditetapkan sebagai cagar budaya Provinsi Sumatera Utara.(unimmafm.com, DJKN Kemenkeu, Wikipedia)

  • Pesan moral terakhir
    Di dalam museum terdapat surat wasiat Tjong A Fie yang memuat lima pesan moral, salah satunya menyerukan bantuan kepada yang miskin, sakit, atau tidak mampu menghidupi diri, tanpa membedakan golongan.(unimmafm.com, DJKN Kemenkeu)


Wafat dan Wasiat

  • Wafat
    Tjong A Fie wafat pada 4 Februari 1921 dalam usia 61 tahun akibat pendarahan otak (apopleksia). Pemakamannya berlangsung besar dan mengundang ribuan pelayat dari Medan, Sumatera Timur, Aceh, Padang, Penang, Malaya, Singapura, dan Pulau Jawa.(https://medan.inews.id/, Unimed Repository, Historical Sumut, detiknews, Wikipedia)

  • Wasiat dan Yayasan Toen Moek Tong
    Beberapa bulan sebelum wafat, ia membuat surat wasiat di hadapan notaris. Ia mewasiatkan seluruh kekayaannya untuk membentuk Yayasan Toen Moek Tong di Medan dan Sungkow. Yayasan ini harus menjalankan program: mendukung pendidikan pemuda berbakat berkelakuan baik, membantu cacat, serta korban bencana alam tanpa diskriminasi.(https://medan.inews.id/, Historical Sumut, chuyadeblek.blogspot.com)


Ringkasan Singkat

Aspek Detil
Asal-usul Lahir di Guangdong (1860), merantau ke Medan usia 18
Karier Bisnis Perkebunan, perbankan (Deli Bank), kereta api
Jabatan Sosial Majoor der Chinezen Medan (1911–1921)
Kontribusi Sosial Pembangunan masjid, gereja, rumah sakit, infrastruktur umum
Rumah & Museum Rumah dibangun 1895–1900, jadi museum sejak 2009
Wasiat Yayasan untuk pendidikan dan bantuan sosial
Wafat 4 Februari 1921, pemakaman megah dan penuh penghormatan

Tjong A Fie adalah contoh nyata sosok perantau dengan semangat kerja keras, toleransi antaragama, dan dedikasi sosial — yang legacy-nya masih dikenang hingga sekarang, termasuk di Museum Tjong A Fie di Medan.


No comments:

Post a Comment

Josh Groban Gelar Konser di Jakarta dengan Iringan Orkestra, Ada Duet dengan Raisa

  AYAHQQ - Josh Groban untuk pertama kalinya akan menggelar konser solo di Indonesia. Pertunjukan yang merupakan rangkaian dari tur konser b...