Monday, September 29, 2025

Pemerintahan Trump Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis, Ini Dampaknya

 


LIGABOLA- Pemerintahan Trump telah mengambil langkah besar dan mengejutkan dalam kebijakan aset digital dengan membentuk Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve). Langkah ini menandai perubahan sikap yang sangat signifikan AS terhadap mata uang kripto.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (29/9/2025), keputusan ini memiliki dampak luas, memengaruhi perusahaan besar seperti Tether, GameStop, dan TMTG, serta secara keseluruhan mengubah dinamika pasar kripto di Amerika.

Apa Tujuannya?

Cadangan Bitcoin Strategis dibentuk melalui perintah eksekutif. Tujuannya adalah untuk:

Mengubah Kebijakan AS: Mengalihkan kebijakan AS dari sikap sebelumnya menjadi lebih mendukung dan terlibat dalam aset digital.

Meningkatkan Alokasi Dana: Mengalokasikan dana pemerintah ke Bitcoin.

Mendorong Keterlibatan Federal: Mendorong keterlibatan pemerintah federal secara aktif di pasar Bitcoin.

Kebijakan ini melibatkan tokoh-tokoh penting seperti Donald Trump dan Don Trump Jr.

Dampak dan Konsekuensi

Langkah ini langsung terasa di pasar kripto:

Antusiasme Investor: Memicu antusiasme yang meningkat dari investor institusional besar dan pendukung aset digital.

Kejelasan Regulasi: Membuka jalan bagi kejelasan regulasi yang lebih baik di sektor kripto.

Tren Global: Dapat menginspirasi negara-negara lain untuk meninjau kembali strategi aset digital mereka, memicu tren adopsi global.

Don Trump Jr. menegaskan komitmen ini, menyatakan, "Kami serius dengan Bitcoin. Ini bukan sekadar fase. Ini merupakan fondasi untuk masa depan." Dukungan institusional dan regulasi ini diperkirakan dapat meningkatkan stabilitas pasar dan nilai Bitcoin.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penasihat Keuangan Dave Ramsey: Kripto Sangat Berisiko dan Spekulasi

Sebelumnya diberitakan bahwa Penulis buku keuangan dan pembawa acara “The Ramsey Show”, Dave Ramsey membagikan pandangannya mengenai aset digital. Namun, ia bukan penggemar kripto.

Dari membandingkan Bitcoin dengan "kertas toilet" atau "aneh", ia tak pernah ragu untuk berbagi pendapatnya yang blak-blakan tentang aset digital.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (29/9/2025), Pada April, ia tampil di podcast populer Shawn Ryan Show. Ia menjelaskan secara detail mengapa memiliki sikap anti-kripto yang begitu kuat dan tidak ragu-ragu ketika berbicara tentang pedagang kripto. Dave Ramsey menyebut investor kripto yang mengabaikan risiko sebagai "bodoh".

Ia menuturkan, kripto akan menjadi lebih besar, lebih baik, lebih aman, canggih, dan stabil. Kripto memang "liar" dan "pertunjukan sampah" untuk waktu yang lama, yang menurut dia masih demikian, tetapi kini tidak seburuk sebelumnya.

“Meskipun demikian, kripto sangat berisiko,” ia menambahkan.

Pakar keuangan pribadi tersebut melanjutkan dengan mengatakan seseorang tidak dapat berinvestasi dalam kripto, hanya berspekulasi.

Cara Sederhana Melihat Kinerja Aset

Mereka yang berinvestasi di kripto sering keliru membedakan spekulasi dengan investasi, ia memperingatkan karena spekulasi bersifat jangka pendek, sementara investasi bersifat jangka panjang.

Ramsey memiliki cara yang cukup sederhana untuk melihat kinerja aset: grafik harga.

"Jika Anda memetakan Bitcoin dan tidak melihat risiko, Anda bodoh."

Dave Ramsey mengatakan kripto itu seperti 'roda roulette'

Ramsey mengatakan teman-temannya, yang memiliki kekayaan lebih dari USD 100 juta atau Rp 1,6 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.652), mampu berinvestasi bahkan USD 1 juta atau Rp 16,64 miliar dalam kripto karena mereka tidak akan melewatkannya bahkan jika uang ini hangus.

Alasan ia bersikap keras terhadap investor kripto adalah karena mereka tidak menempatkan uang mereka di rekening pensiun 401(k), reksa dana, atau rumah, tetapi 100% dana mereka di "roda roulette."

"Dan itu bodoh."

Mendapatkan Ujaran Kebencian

Kepada mereka yang berusia 26 tahun yang telah menginvestasikan semua yang mereka miliki di Bitcoin, ia mengatakan mereka bisa saja pergi ke Las Vegas untuk berjudi.

Selama podcast, Ramsey juga berbicara tentang kebencian yang ia terima karena tidak mendukung kripto. Ia menuturkan, kripto seperti "aliran sesat" karena para penganutnya berpikir mereka yang tidak berinvestasi di dalamnya akan masuk neraka. Ia teringat rekan pembawa acaranya, George Kamel, yang membandingkan kripto dengan skema pemasaran berjenjang.

"Ini seperti Mary Kay untuk pria muda."

Ramsey mengatakan, ia tidak peduli dengan siapa pun yang berinvestasi di kripto, tetapi mereka harus berinvestasi dalam jumlah yang tidak akan mereka lewatkan.

Saturday, September 27, 2025

BlackRock Guncang Pasar Kripto, Ajukan ETF Bitcoin Premium

 


LIGABOLA- Raksasa manajer aset global, BlackRock, kembali melangkah agresif di pasar kripto. Perusahaan dengan total dana kelolaan USD 12,5 triliun atau Rp 209.100 triliun  (asumsi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 16.728) itu resmi mengajukan aplikasi untuk meluncurkan produk baru bernama Bitcoin Premium Income ETF.

Produk itu dirancang untuk memberi imbal hasil (yield) melalui strategi covered-call atas kepemilikan Bitcoin. Demikian mengutip dari Yahoo Finance.

Bloomberg Intelligence mencatat, BlackRock telah mendaftarkan nama iShares Bitcoin Premium ETF dan menyebutnya sebagai “produk spot 33 Act,” yang diposisikan sebagai penerus dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) senilai USD 87 miliar.

Jika mendapat restu regulator, produk ini berpotensi menarik investor institusi tradisional yang mencari pendapatan tambahan dari Bitcoin, sekaligus memperkuat dominasi BlackRock di pasar ETF kripto.

Kripto BlackRock Melesat

Pengajuan ini datang saat lini bisnis aset digital BlackRock berkembang pesat. Data Onchain Foundation menunjukkan, ETF Bitcoin dan Ethereum milik perusahaan kini menghasilkan lebih dari USD 260 juta pendapatan tahunan, dengan rincian USD 218 juta dari Bitcoin dan USD 42 juta dari Ethereum.

Aliran Dana Masuk Terus Meningkat

Arkham Intelligence mencatat BlackRock kini menjadi kustodian institusional terbesar untuk Bitcoin dan Ethereum. Portofolionya meliputi lebih dari 756.000 BTC senilai USD 85,29 miliar atau Rp 1.426 triliun dan 3,8 juta ETH bernilai hampir USD 16 miliar atau Rp 267,5 triliun. Jika digabung dengan aset kripto lain, total kustodi kripto BlackRock melampaui USD 101 miliar.

Perusahaan juga dikenal rajin melakukan akumulasi besar saat pasar melemah, strategi yang memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di ekosistem kripto.

Aliran dana masuk (inflow) terus meningkat. Pekan lalu, produk ETF berbasis Ethereum BlackRock mencatat inflow bersih USD 512 juta, menurut Farside Investors.

Dalam laporan keuangan kuartal II, perusahaan melaporkan inflow digital asset senilai USD 14,1 miliar, yang mana hal tersebut menjadi salah satu lini produk dengan pertumbuhan tercepat meski baru mencakup 1 persen dari total AUM.

ETF kripto juga menyumbang USD 40 juta dari pendapatan berbasis biaya dasar dan securities lending pada periode yang sama.

Tokenisasi Jadi Fokus Baru

Selain ETF, BlackRock aktif mengeksplorasi tokenisasi, pembuatan versi berbasis blockchain dari aset tradisional. Awal tahun ini, BlackRock meluncurkan dana pasar uang ter-tokenisasi, BUIDL, yang kini aset telah menembus USD 2 miliar.

CEO, Larry Fink, berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa semua aset keuangan pada akhirnya dapat ditokenisasi. BlackRock bahkan telah menguji saham dana ter-tokenisasi di Onyx blockchain milik JPMorgan, yang kini dikenal sebagai Kinexys.

Pengajuan ETF Bitcoin Premium Income ini semakin menambah momentum, sekaligus menekan regulator agar mempercepat langkah di tengah percepatan adopsi kripto institusional.

Regulasi Melaju Cepat di Era Baru SEC

Langkah BlackRock ini berbarengan dengan aturan baru dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang memungkinkan proses persetujuan ETF kripto lebih cepat. Pada 18 September lalu, SEC menyetujui aturan yang memperbolehkan Nasdaq, Cboe BZX, dan NYSE Arca mengadopsi standar pencatatan generik untuk commodity-based trust shares.

Aturan baru ini menggantikan proses tinjauan kasus per kasus yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kini, produk dapat diluncurkan hanya dalam waktu 75 hari, dibanding hingga 240 hari di bawah mekanisme lama.

Analis menilai, penerima manfaat pertama kemungkinan adalah ETF spot berbasis Solana dan XRP yang telah menunggu lebih dari setahun.

Peluang ETF

Bloomberg’s, James Seyffart, menyebut kerangka baru ini sebagai “struktur ETP kripto yang ditunggu-tunggu,” dengan prediksi akan memicu gelombang pengajuan baru.

Ketua SEC, Paul Atkins menyatakan perubahan ini menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan investor, sejalan dengan sikap pemerintahan Donald Trump yang lebih terbuka terhadap aset digital. Hal ini berbeda dengan era Biden yang kerap menunda dan menolak proposal ETF Bitcoin sebelum akhirnya menyetujui produk perdana pada Januari 2024.

Menurut Bloomberg’s, Eric Balchunas, kerangka baru ini dapat membuka peluang ETF untuk aset kripto lain, asalkan memiliki perdagangan berjangka minimal enam bulan di Coinbase Derivatives Exchange. Artinya, lebih dari selusin altcoin berpotensi masuk daftar produk ETF baru, memperluas akses investor sekaligus semakin mengukuhkan kripto di pasar keuangan arus utama.

Hantu Red September Kembali Datang: USD 1,12 Miliar Lenyap dalam Sehari

 


LIGADUNIA365- Gelombang likuidasi masif menghantam pasar kripto, menyapu bersih miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dan 252.000 trader dalam 24 jam. Ethereum dan Bitcoin menjadi korban terbesar dari kejatuhan mendadak ini.

Penurunan ini banyak dikaitkan dengan Pola Red September atau September Merah.

Pasar kripto baru-baru ini mengalami salah satu aksi jual (sell-off) terbesar dalam sejarah, di mana lebih dari USD 1,12 miliar posisi trader dilikuidasi hanya dalam 24 jam.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (27/9/2025), peristiwa ini memaksa penutupan paksa lebih dari 252.000 posisi trader. Likuidasi ini didominasi oleh posisi long (taruhan naik), yang menyumbang USD 1,04 miliar dari total kerugian.

Angka ini menunjukkan betapa banyak trader yang tidak siap menghadapi penurunan tajam tersebut.

Aset Mana yang Paling Menderita?

Kerugian terpusat pada mata uang kripto terbesar, dengan Ethereum (ETH) mengalami pukulan paling telak:

Ethereum (ETH): Likuidasi sebesar $428,11 juta. ETH turun tajam 7% hingga 13%, jebol di bawah level support penting $4.000.

Bitcoin (BTC): Likuidasi sebesar $273,60 juta. BTC merosot dari $113.660 ke sekitar $109.500.

Solana (SOL): Kerugian mencapai $75,20 juta.

Selain itu, altcoin lain seperti XRP, Avalanche, dan Dogecoin juga ikut tertekan. Likuidasi masif ini dianggap para ahli sebagai sinyal adanya perubahan sentimen pasar yang lebih luas.

Mengapa Likuidasi Sebesar Ini Terjadi?

Para ahli pasar sepakat bahwa peristiwa ini adalah akibat klasik dari penggunaan leverage (daya ungkit) yang terlalu tinggi dalam perdagangan.

Reaksi Berantai: Saat harga mulai turun, trader dengan leverage tinggi tidak mampu menutupi kerugian, memicu margin call.

Penutupan Paksa: Bursa secara otomatis menutup posisi mereka (likuidasi).

Tekanan Jual: Penutupan posisi ini menambah tekanan jual di pasar, menyebabkan harga semakin anjlok dan memicu lebih banyak likuidasi.

Pola Red September: Penurunan ini juga dikaitkan dengan "Pola September Merah", di mana pasar kripto secara historis sering mengalami pelemahan dan peningkatan volatilitas di bulan September.

Reaksi Pasar dan Peluang Beli

Setelah aksi jual, total nilai pasar kripto turun hampir 3,5% menjadi sekitar USD 3,75 triliun. ETH diperdagangkan di sekitar USD 3.928 dan BTC bertahan di dekat USD 109.500.

Meskipun ribuan trader ritel merugi, penurunan tajam ini menciptakan perpecahan di kalangan investor:

Peringatan: Sebagian melihatnya sebagai bukti bahwa leverage tinggi masih menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasar.

Peluang Beli: Investor jangka panjang dan institusional justru melihat koreksi ini sebagai kesempatan untuk mengakumulasi (membeli) BTC dan ETH pada harga diskon, sambil menunggu sentimen pasar membaik.

Hari-hari ke depan akan menjadi penentu apakah pasar akan mulai stabil atau melanjutkan tren penurunannya.

Thursday, September 25, 2025

Investor Korea Selatan Ramai-Ramai Jual Kripto Beralih ke Saham

 


LIGABOLA- Terjadi pergeseran besar dalam dunia investasi di Korea Selatan. Baru-baru ini, banyak investor Korea Selatan menjual aset kripto mereka dan memindahkan uangnya ke pasar saham.

Sebuah laporan dari Bank Korea menunjukkan bahwa kepemilikan aset kripto di kalangan investor anjlok 27%. Angkanya turun dari sekitar Rp 1.350 triliun pada Januari menjadi sekitar Rp 980 triliun pada Juni.

Penurunan drastis ini terjadi di saat yang sama dengan pasar saham Korea Selatan (KOSPI) yang sedang naik pesat.

Kenapa Ini Terjadi?

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (25/9/2025), ada beberapa alasan utama mengapa investor memilih beralih dari kripto ke saham:

Pasar Saham Menarik: Harga saham di Korea Selatan sedang naik. Ini membuat saham menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang mencari keuntungan, apalagi saham dianggap lebih stabil dibandingkan kripto.

Penilaian Ulang Risiko: Setelah mengalami banyak naik turunnya harga kripto, beberapa investor merasa saham memiliki risiko yang lebih kecil.

Faktor Ekonomi Makro: Kondisi ekonomi secara keseluruhan membuat investor lebih percaya pada pasar yang sudah mapan seperti saham, daripada aset digital yang masih berkembang.

Pelajaran Penting

Pergeseran ini menunjukkan bahwa sentimen investor terhadap aset digital bisa berubah-ubah, terutama saat pasar keuangan tradisional menawarkan peluang yang lebih baik.

Pengalaman investor Korea Selatan ini memberikan pelajaran penting bagi investor di seluruh dunia:

Diversifikasi Itu Penting: Jangan menaruh semua investasi Anda hanya pada satu jenis aset. Menggabungkan aset tradisional (seperti saham) dan aset digital (seperti kripto) bisa membantu mengelola risiko.

Selalu Ikuti Berita: Pahami tren pasar kripto dan berita ekonomi secara keseluruhan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas.

Kenali Toleransi Risiko Anda: Pahami seberapa besar risiko yang bisa Anda terima dan sesuaikan investasi Anda dengan pemahaman tersebut.

Singkatnya, penurunan kepemilikan kripto di Korea Selatan ini membuktikan bahwa preferensi investasi bisa berubah. Saat pasar saham sedang kuat, banyak investor akan kembali tertarik pada aset yang dianggap lebih stabil dan terpercaya.

Famon Awal Bros Sedaya (PRAY) Resmi Kendalikan RS UKRIDA dan RS FMC Bogor

 


LIGADUNIA365- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group akan menjadi pemegang saham pengendali PT Jala Mas Putra Rejeki (JMPR) dengan kepemilikan mayoritas.

Dengan langkah ini, dua rumah sakit, RS UKRIDA dan RS FMC Bogor, resmi bergabung dalam jaringan Primaya dengan nama baru UKRIDA Primaya Hospital dan Primaya FMC Hospital.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali mengatakan bergabungnya dua rumah sakit ini merupakan wujud nyata komitmen dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang menyeluruh, inklusif, modern, dan terpercaya di Indonesia.

“Ekspansi ini bukan semata menambah jumlah rumah sakit, tetapi tentang memperbesar dampak yang dapat kami berikan kepada publik. Kami ingin memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan profesional, terpercaya, dan berkualitas,” ujar Leona dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (25/9/2025)

Masuknya UKRIDA Primaya Hospital dan Primaya FMC Hospital semakin memperkuat posisi Primaya sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta nasional dengan pertumbuhan yang progresif dan terukur.

Kelola 20 Rumah Sakit

Saat ini, Primaya Hospital mengelola 20 rumah sakit di sejumlah kota strategis di Indonesia, dengan fokus memberikan layanan kesehatan menyeluruh, aman, dan penuh kepedulian, didukung keunggulan klinis serta ketulusan.

Kerja sama ini juga memiliki dimensi strategis bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.

Sebagai rumah sakit afiliasi fakultas kedokteran UKRIDA sekaligus bagian dari rumah sakit pendidikan, UKRIDA Primaya Hospital akan mendapat dukungan besar dari layanan, sistem, dan infrastruktur sehingga memperkuat fungsi klinis.

Lebih Terintegrasi

Dengan bergabungnya kedua rumah sakit tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi serta pengembangan Centers of Excellence, meliputi Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain Center, dan Diabetes Melitus & Metabolic Center.

Seluruh layanan dijalankan dengan standar mutu tinggi yang berlaku di seluruh jaringan Primaya Hospital, yang telah terakreditasi nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan internasional oleh Joint Commission International (JCI) sejak 2014.

Monday, September 22, 2025

FTX Bakal Rogoh Rp 26,44 Triliun untuk Pembayaran Tambahan kepada Kreditor

 


LIGABOLA- Bursa kripto FTX yang telah tutup akan mencairkan tambahan USD 1,6 miliar atau Rp 26,44 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.531) kepada para kreditor mulai akhir bulan ini.

Distribusi ketiga dari badan pailit akan dimulai pada 30 September sebagai bagian dari rencana reorganisasi Bab 11 yang sedang berjalan, menurut sebuah pengumuman pada Jumat. Demikian dikutip dari laman the Block, Senin (22/9/2025).

Pembayaran FTX terbaru akan ditujukan untuk kelas konvensien dan non-konvensien bursa. Kelas konvensien biasanya merujuk pada pedagang ritel dan kreditor kecil yang merupakan mayoritas (hingga 99%) dari basis kreditor FTX, sedangkan kelas non-konvensien melibatkan klaim yang lebih besar atau lebih kompleks

Dua distribusi pertama FTX dirancang agar pengguna ritel bursa menerima pengembalian dana senilai sekitar 120% dari saldo bursa mereka saat FTX dinyatakan bangkrut pada November 2022.

Meskipun demikian, beberapa mantan pengguna telah menyatakan frustrasi dengan proses kebangkrutan FTX, dengan alasan pembayaran tunai yang diterima oleh perusahaan tersebut jauh lebih rendah daripada nilai aset kripto mereka saat ini jika tidak dilikuidasi, mengingat pasar telah pulih sejak masa-masa sulit pasar saham era pandemi.

Prediksi Pemulihan Penuh

Sementara itu, pemberi pinjaman tanpa jaminan, seperti Klaim Umum Tanpa Jaminan Kelas 6A dan Klaim Pinjaman Aset Digital 6B, atau mereka yang memberikan pinjaman kepada FTX milik Sam Bankman-Fried dan perusahaan perdagangan saudaranya, Alameda Research, telah menerima distribusi kumulatif sebesar 85% hingga saat ini, menurut FTX. Rencana kebangkrutan bursa memproyeksikan pemulihan penuh bagi para pemberi pinjaman ini.

Rencana kebangkrutan, yang diselesaikan pada Oktober 2024, memanfaatkan lebih dari USD 15 miliar atau Rp 247,96 triliun  aset yang dipulihkan, termasuk cadangan kas dari operasi FTX, dana yang dipulihkan dari penarikan kembali aset (clawback).

Selain itu, hasil dari penjualan investasi seperti saham Bankman-Fried di studio AI Anthropic dan perusahaan pialang Robinhood, serta stok token yang sangat besar seperti SOL dan SUI.

Kreditor yang Penuhi Syarat

Kreditor yang memenuhi syarat akan menerima dana dari penyedia layanan distribusi pilihan mereka, yaitu Bitgo, Kraken, atau Payoneer dalam satu hingga tiga hari kerja mulai 30 September.

FTX mengajukan kebangkrutan pada 11 November 2022, setelah krisis likuiditas yang dipicu oleh penarikan dana pelanggan secara besar-besaran dan laporan salah urus serta penyalahgunaan dana pelanggan oleh pimpinannya.

IG Group Akuisisi Bursa Kripto Australia

Sebelumnya, Perusahaan perdagangan dan investasi global yang terdaftar di FTSE 250, IG Group mengakuisisi bursa kripto Australia, Independent Reserve. Langkah akuisisi itu akan mendorong peluncuran aset digital perusahaan di luar Inggris dan AS.

Mengutip Yahoo Finance, dalam sebuah pernyataan pada Jumat, IG menyatakan akan akuisisi Independent Reserve dengan nilai perusahaan awal sekitar  USD 117,1 juta atau sekitar Rp 1,94 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.639). Dengan valuasi bursa kripto tersebut sebesar 5 kali lipat pendapatan selama 12 bulan yang berakhir pada 30 Juni.

IG akan membayar sekitar USD 72 juta untuk 70% saham awal di bursa kripto tersebut, yang akan meningkat menjadi USD 82 juta jika target kinerja pada tahun keuangan 2026 tercapai. Grup ini juga memegang opsi beli untuk membeli 30% sisanya berdasarkan kinerja pada 2027 dan 2028.

 "Akuisisi ini menandai langkah penting dalam strategi kripto IG di kawasan kunci," ujar Direktur Pelaksana IG untuk Asia Pasifik & Timur Tengah, Matt Macklin.

"Independent Reserve adalah salah satu bursa aset digital terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Australia dengan fondasi regulasi yang mapan, teknologi yang teruji, dan kepemimpinan yang kuat."

Changpeng Zhao Bikin Geger, Koin Meme Kini Bisa Jadi Alat Donasi Amal

 


LIGADUNIA365- Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), menggagas sebuah cara baru dalam beramal: menggunakan koin meme. Langkah ini dibuktikan melalui keterlibatannya dengan Giggle Academy, sebuah proyek edukasi yang beroperasi di jaringan BNB Chain.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (22/9/2025), melalui promosi ini, Changpeng Zhao berupaya mengubah persepsi terhadap koin meme, memicu pergeseran pasar, dan membuka pendekatan filantropi baru yang lebih transparan melalui teknologi blockchain.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Zhao menyatakan bahwa Giggle Academy menyambut baik donasi dalam bentuk koin meme. Namun, ia juga memberi catatan penting: koin-koin tersebut akan langsung dikonversi ke aset kripto yang lebih stabil untuk menghindari masalah likuiditas dan menjaga stabilitas finansial dana amal.

Dukungan dari sosok sekelas CZ langsung memicu lonjakan aktivitas perdagangan. Token meme seperti GIGGLE mengalami kenaikan harga, dan BNB (Binance Coin) juga turut naik nilainya karena berperan sebagai mata uang utama dalam transaksi.

Ini menunjukkan semakin terintegrasinya koin meme dalam ekosistem ekonomi kripto.

Dampak dan Kekhawatiran

Secara finansial, implikasinya cukup signifikan. Donasi awal sebesar $880.000 berhasil terkumpul untuk mendanai Giggle Academy, sebagian besar berasal dari koin-koin meme. Hal ini memperkuat tren bahwa koin meme dapat berkontribusi pada proyek filantropi, terlepas dari volatilitas nilainya.

Meskipun komunitas menyambut baik inisiatif ini, kekhawatiran tetap muncul. Ada potensi tekanan jual dan kurangnya likuiditas yang dapat memengaruhi nilai koin meme.

Mengutip pernyataan Zhao yang dikutip dari Twitter: "Kami menghargai donasinya, tapi jangan mengeluh tentang tekanan jual nanti."

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa volatilitas tetap menjadi risiko yang harus disadari para donatur.

Masa Depan Koin Meme dan Donasi

Promosi strategis oleh Zhao ini berpotensi membuat koin meme semakin diterima sebagai aset yang layak untuk amal. Tren ini sebenarnya bukan hal baru.

Sebelumnya, donasi besar dalam bentuk Shiba Inu oleh Vitalik Buterin juga telah menunjukkan bagaimana koin kripto dapat menjadi alat untuk kebaikan publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola aset digital.

Eksperimen ini dapat menjadi tonggak penting dalam cara masyarakat memandang mata uang digital dan fungsinya di luar sekadar instrumen investasi.

Sunday, September 21, 2025

Rajawali Kapital Emas Beli Saham ARCI, Ini Tujuannya

 


LIGADUNIA365- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan pembelian saham ARCI oleh PT Rajawali Kapital Emas (RKE) dalam rangka restrukturisasi internal.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (21/9/2025), PT Rajawali Kapital Emas (RKE) yang merupakan afiliasi dari PT Rajawali Corpora (RC) telah membeli saham Perseroan sebanyak 2.967.375.000 saham dengan harga Rp 800 per saham.  

Dengan demikian, nilai pembelian saham RKE dari RC itu senilai Rp  2,37 triliun. Selain itu, RKE juga membeli 100.000 saham dari PT Wijaya Anugerah Cemerlang (WAC).

“Tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal (pengalihan antar afiliasi dalam satu grup,” tulis Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra dalam keterbukaan informasi BEI.

Ia menyebutkan, tidak terdapat perubahan terhadap jumlah kepemilikan total saham pengendali setelah transaksi dilakukan. “Tidak terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” kata dia.

Pemegang saham ARCI berdasarkan data BEI antara lain PT Rajawali Corpora sebesar 85%, PT Basis Utama Prima sebesar 6,11%, Hidaya Dwiputro Sulaksono sebesar 0,003% dan masyarakat sebesar 8,8%.

Gerak Saham

Di pasar negosiasi pada Jumat, 19 September 2025, harga saham ARCI susut 14,35% ke posisi Rp 800 per saham dengan total frekuensi perdagangan dua kali. Harga saham ARCI berada di level terendah dan tertinggi Rp 800 per saham. Total volume perdagangan 29.673.750 saham, demikian mengutip data RTI.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 September 2025, harga saham ARCI turun 0,56% ke posisi Rp 885 per saham. Harga saham ARCI dibuka naik lima poin ke posisi Rp 895 per saham. Saham ARCI berada di level tertinggi Rp 910 dan terendah Rp 885 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.587 kali dengan volume perdagangan 29.944.932 saham. Nilai transaksi Rp 2,4 triliun.

Archi Indonesia Simpan Potensi Tambang Raksasa

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menutup 2024 dengan capaian operasional dan keuangan yang positif, meskipun menghadapi tantangan sepanjang tahun.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Juni 2025 di Jakarta, manajemen mengungkapkan strategi jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan produksi dan memperluas diversifikasi bisnis, khususnya ke sektor energi terbarukan.

ARCI mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 15,2% menjadi USD 287,6 juta pada 2024, dibandingkan USD 249,6 juta pada tahun sebelumnya.

Perusahaan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 10,4 juta. Direktur Utama ARCI, Rudy Suhendra, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis dan kinerja yang solid.

“Kami bangga tetap membukukan laba bersih positif, sekaligus menunjukkan ketahanan bisnis kami meski menghadapi berbagai tantangan selama tahun 2024. Fokus kami ke depan adalah akselerasi produksi dan pengembangan strategis,” ujar Rudy, Jumat (20/6/2025).

Produksi Emas

Secara operasional, volume produksi emas mencapai 93,4 kilo ons (koz), sementara penjualan mencapai 97,1 koz sepanjang tahun.

Dengan dimulainya kembali tambang di pit Araren, pembukaan pit baru di bagian Utara konsesi, dan peluncuran penambangan bawah tanah, ARCI menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 25% pada 2025.

Sepanjang 2024, ARCI aktif melakukan eksplorasi di 427 titik pengeboran dengan total jarak mencapai 75.807 meter. Salah satu hasil eksplorasi paling signifikan terjadi pada Kuartal III 2024 di bagian Utara konsesi perusahaan, di mana ditemukan bijih emas berkadar tinggi sebesar 60 g/t dengan ketebalan 36 meter, pada kedalaman antara 178 meter hingga 214 meter.

Perusahaan juga mencatat kemajuan penting dalam pengembangan tambang bawah tanah. Pembukaan tambang bawah tanah pit Kopra resmi dilakukan pada 5 Desember 2024. Hingga Juni 2025, penambangan bawah tanah telah mencapai kedalaman 425 meter.

Dalam waktu yang bersamaan, ARCI terus mengidentifikasi potensi eksplorasi dan pengembangan tambang bawah tanah secara berkelanjutan untuk mendukung ekspansi produksi jangka panjang.

Saturday, September 20, 2025

Terbang Lalu Dibanting, Bitcoin Bisa Tembus USD 175.000 Sebelum Koreksi 80%

 


LIGADUNIA365- Bitcoin dikenal selalu mengalami koreksi tajam setelah mencapai puncak harga dalam setiap siklus bullish. Data yang dianalisis oleh EGRAG Crypto menunjukkan pola penurunan besar di masa lalu:

2011: turun sekitar 93% dari puncak

2013: turun 86%

2017: turun 84%

2022: turun sekitar 77% setelah puncak 2021.

Rata-rata, koreksi mencapai 85%. Berdasarkan pola ini, EGRAG memperkirakan siklus berikutnya bisa memicu penurunan 70–80%, meskipun tidak ada jaminan.

Menurut model pasar EGRAG, dikutip dari cryptopotato, Sabtu (20/9/2025), Bitcoin masih berpotensi naik lebih tinggi sebelum koreksi besar dimulai.

Proyeksi grafiknya menunjukkan puncak harga bisa mencapai USD 175.000. Jika skenario ini terwujud, maka penurunan 70–80% dapat menyeret harga kembali ke kisaran USD 35.000-USD 52.000.

Expiry Senilai USD 4,9 Triliun Bisa Guncang Pasar

Hari ini, kontrak opsi saham dan ETF senilai USD 4,9 triliun akan kedaluwarsa—lebih dari 1,2 kali lipat kapitalisasi pasar kripto. Fenomena ini, dikenal sebagai triple witching, sering memicu volatilitas besar di pasar tradisional maupun kripto.

Analis Crypto Rover mencatat pola serupa di awal tahun ini. Setelah expiry Maret 2025, Bitcoin anjlok sekitar 17% dalam beberapa minggu.

Sementara itu, expiry Juni menyebabkan harga BTC jatuh di bawah USD 100.000.

Dengan expiry kali ini, para trader bersiap menghadapi potensi pergerakan tajam dalam waktu dekat.

Pola Teknis Jadi Petunjuk Jangka Pendek

Analis Ali Martinez menyoroti potensi terbentuknya pola inverse head-and-shoulders pada grafik 4 jam Bitcoin. Menurutnya, BTC bisa turun lebih dulu ke kisaran USD 112.000USD 113.000 sebelum memantul.

Jika harga menembus neckline di USD 117.950, Martinez memperkirakan ada peluang reli menuju USD 130.000. Level resistensi yang perlu diperhatikan berada di USD 121.000, USD 125.000, dan USD 127.000.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di sekitar USD 116.800, turun tipis dalam 24 jam terakhir namun masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 1%. Volume perdagangan harian mencapai USD 36,7 miliar.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Bakal Catat Saham Perdana di BEI 23 September 2025

 


LIGABOLA- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp 2.880 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 1,61 miliar dengan nilai nomimal Rp 150 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dari IPO. Dengan harga tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 4,65 triliun.

Penawaran ini menarik perhatian investor di tengah kondisi pasar emas global yang sedang menguat signifikan. Selain itu, IPO saham EMAS ini disebut-sebut sebagai salah satu penawaran umum perdana terbesar di Indonesia pada 2025, dengan target penggalangan dana mencapai Rp 4,65 triliun.

Dana hasil IPO antara lain akan dipakai sebesar US 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah dengan memakai nilai kurs tengah Bank Indonesia per 10 September 2025 sebesar 16.482 per dolar AS) akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk uang muka setoran modal secara bertahap kepada PT Pani Bersama Tambang.

Dana IPO Lainnya

Dana itu akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional. Kemudian sebesar USD 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional.

Sisanya sebesar Rp 3,88 triliun akan dipakai untuk pembayaran lebih awal kepada MCG atas sebagian pokok terutang yang timbul berdasarkan Perjanjian Utang Piutang pada 8 April 2022. Kemudian diubah terakhir dengan amandemen kedua atas perjanjian utang piutang yang telah efektif pada 21 Agustus 2024.

Jadwal IPO

Berikut Jadwal IPO:

Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 September 2025

Masa penawaran umum pada 17-19 September 2025

Tanggal penjatahan pada 19 September 2025

Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 22 September 2025

Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2025

Untuk melaksanakan IPO ini, Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas.

Selain itu, penjamin emisi efek yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Amantara Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Kebijakan Dividen

Mengutip laman e-ipo, Perseroan akan mulai melakukan pembagian dividen pada 2032.Adapun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia khususnya UUPT.

Keputusan pembayaran dividen mengacu pada ketentuan-ketentuan yang terdapat pada anggaran dasar Perseroan dan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berdasarkan rekomendasi direksi Perseroan. Pembayaran dividen hanya dapat dilakukan apabila Perseroan mempunyai saldo laba positif.

Thursday, September 18, 2025

AS dan Inggris Bakal Perkuat Kerja Sama Awasi Kripto

 


LIGADUNIA365- Amerika Serikat (AS) dan Inggris berencana perkuat kerja sama dalam pengawasan kripto.

Kanselir Inggris Rachel Reeves dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent membahas kolaborasi tersebut dalam sebuah pertemuan pada Selasa. Perwakilan dari Bank of America, Barclays, Circle, Citi, Coinbase, dan Ripple juga hadir, demikian dari laporan Financial Times dikutip dari the Block, Kamis (18/9/2025).

Adapun Circle dan Coinbase tidak segera menanggapi permintaan komentar. Direktur pelaksana Ripple untuk Inggris & Eropa, Cassie Craddock mengatakan, kerja sama yang direncanakan ini memiliki "potensi untuk menetapkan pola kerja sama internasional di industri. Demikian disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada The Block.

"Dengan ekonomi yang dinamis, pasar modal yang kuat, dan kumpulan talenta yang luas, Inggris telah lama menjadi salah satu pusat keuangan global terkemuka di dunia, dan kini siap menjadi pusat aset digital dan inovasi terkemuka," kata Craddock.

"Peningkatan kolaborasi internasional antara Inggris dan AS akan semakin membuka potensi ekonomi penuh dari teknologi blockchain di kedua negara."

Desakan kepada Pemerintah Inggris

Pekan lalu, kelompok-kelompok industri mendesak pemerintah Inggris untuk memasukkan stablecoin dan tokenisasi ke dalam U.S.-UK Tech Bridge,  sebuah inisiatif bilateral yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi di bidang teknologi canggih, termasuk bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, keamanan siber, antariksa, kuantum, dan bioteknologi, di samping keuangan digital.

Kelompok-kelompok tersebut memperingatkan mengecualikan aset digital dari U.S.-UK Tech Bridge berisiko meninggalkan Inggris di belakang, sementara kawasan lain bergerak maju dalam membentuk masa depan keuangan.

Hester Peirce dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS sebelumnya mengusulkan "kotak pasir lintas batas" di mana AS dan Inggris akan mengizinkan perusahaan kripto untuk melakukan aktivitas tertentu di bawah pengawasan regulator selama dua tahun.

Pertemuan antara Reeves, Bessent, perusahaan kripto, dan bank-bank tersebut terjadi ketika Presiden Donald Trump dijadwalkan tiba di Inggris pada Selasa malam, menurut laporan berita. 

Galaxy Digital Beli Solana

Sebelumnya, Galaxy Digital membeli Solana sekitar USD 300 juta atau Rp 4,92 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.400) dalam sehari melalui bursa kripto, berdasarkan data onchain.

Mengutip the block, Senin (15/9/2025), berdasarkan data Arkham Intelligence, Galaxy memperoleh 1,24 juta SOL dari Binance, Coinbase, dan Bybit melalui 13 transaksi selama 24 jam terakhir.

Selain itu, Galaxy terus mengakuisisi kripto Solana dari bursa dalam beberapa hari terakhir. Platform analisis onchain Lookonchain melaporkan pada Minggu, perusahaan telah membeli sekitar 6,5 juta SOL dalam lima hari terakhir, yang setara USD 1,57 miliar atau Rp 25,74 triliun pada harga pasar saat ini.

Data Arkham menunjukkan bahwa selama periode yang sama, Galaxy memindahkan jutaan SOL ke alamat lain, terutama ke dompet kustodian di Fireblocks.

Investasi Treasury Solana

Pekan lalu, Galaxy, Jump Crypto, dan Multicoin Capital memimpin penempatan privat senilai USD 1,65 miliar di perusahaan treasury aset digital Solana yang terdaftar di Nasdaq, Forward Industries (FORD). Penempatan privat ditutup pada Kamis dengan ketiga perusahaan secara kolektif menyetor lebih dari USD 300 juta.

Alaxy dan dua perusahaan lainnya mengumumkan bahwa mereka akan memberikan modal dan dukungan strategis kepada Forward Industries, dengan tujuan keseluruhan untuk memposisikan strategi treasury Solana sebagai peserta institusional terkemuka yang diperdagangkan secara publik dalam ekosistem Solana.

Lookonchain telah menemukan hubungan antara akuisisi Solana oleh Galaxy dan Forward Industries, tetapi apakah hubungan tersebut dapat diverifikasi masih belum pasti. The Block telah menghubungi Galaxy untuk memberikan komentar lebih lanjut.

Sementara itu, CEO Galaxy Mike Novogratz, baru-baru ini mencatat pasar kripto sedang memasuki "musim Solana", menunjukkan momentum pasar yang kuat dan sinyal regulasi yang menguntungkan.

Solana turun 2,18% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan pada harga USD 241,18 pada pukul 22.00 hari Minggu, menurut halaman harga SOL The Block.

Josh Groban Gelar Konser di Jakarta dengan Iringan Orkestra, Ada Duet dengan Raisa

  AYAHQQ - Josh Groban untuk pertama kalinya akan menggelar konser solo di Indonesia. Pertunjukan yang merupakan rangkaian dari tur konser b...