Saturday, September 20, 2025

Terbang Lalu Dibanting, Bitcoin Bisa Tembus USD 175.000 Sebelum Koreksi 80%

 


LIGADUNIA365- Bitcoin dikenal selalu mengalami koreksi tajam setelah mencapai puncak harga dalam setiap siklus bullish. Data yang dianalisis oleh EGRAG Crypto menunjukkan pola penurunan besar di masa lalu:

2011: turun sekitar 93% dari puncak

2013: turun 86%

2017: turun 84%

2022: turun sekitar 77% setelah puncak 2021.

Rata-rata, koreksi mencapai 85%. Berdasarkan pola ini, EGRAG memperkirakan siklus berikutnya bisa memicu penurunan 70–80%, meskipun tidak ada jaminan.

Menurut model pasar EGRAG, dikutip dari cryptopotato, Sabtu (20/9/2025), Bitcoin masih berpotensi naik lebih tinggi sebelum koreksi besar dimulai.

Proyeksi grafiknya menunjukkan puncak harga bisa mencapai USD 175.000. Jika skenario ini terwujud, maka penurunan 70–80% dapat menyeret harga kembali ke kisaran USD 35.000-USD 52.000.

Expiry Senilai USD 4,9 Triliun Bisa Guncang Pasar

Hari ini, kontrak opsi saham dan ETF senilai USD 4,9 triliun akan kedaluwarsa—lebih dari 1,2 kali lipat kapitalisasi pasar kripto. Fenomena ini, dikenal sebagai triple witching, sering memicu volatilitas besar di pasar tradisional maupun kripto.

Analis Crypto Rover mencatat pola serupa di awal tahun ini. Setelah expiry Maret 2025, Bitcoin anjlok sekitar 17% dalam beberapa minggu.

Sementara itu, expiry Juni menyebabkan harga BTC jatuh di bawah USD 100.000.

Dengan expiry kali ini, para trader bersiap menghadapi potensi pergerakan tajam dalam waktu dekat.

Pola Teknis Jadi Petunjuk Jangka Pendek

Analis Ali Martinez menyoroti potensi terbentuknya pola inverse head-and-shoulders pada grafik 4 jam Bitcoin. Menurutnya, BTC bisa turun lebih dulu ke kisaran USD 112.000USD 113.000 sebelum memantul.

Jika harga menembus neckline di USD 117.950, Martinez memperkirakan ada peluang reli menuju USD 130.000. Level resistensi yang perlu diperhatikan berada di USD 121.000, USD 125.000, dan USD 127.000.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di sekitar USD 116.800, turun tipis dalam 24 jam terakhir namun masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 1%. Volume perdagangan harian mencapai USD 36,7 miliar.

No comments:

Post a Comment

Josh Groban Gelar Konser di Jakarta dengan Iringan Orkestra, Ada Duet dengan Raisa

  AYAHQQ - Josh Groban untuk pertama kalinya akan menggelar konser solo di Indonesia. Pertunjukan yang merupakan rangkaian dari tur konser b...