Saturday, October 4, 2025

Studi: Gletser Swiss Menyusut 25 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

 

LIGA99- Swiss menghadapi krisis iklim yang semakin nyata. Dalam 10 tahun terakhir, gletser di negara tersebut telah kehilangan seperempat volumenya (25 persen) dengan lebih dari 1.000 gletser kecil dinyatakan lenyap.

Data ini dipaparkan oleh GLAMOS (jaringan pemantau gletser di Swiss) bersama Komisi Swiss untuk Observasi Kriosfer (SCC) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss, dalam pernyataan resmi pada Rabu (1/10/2025).

Pada 2025 saja, Swiss kehilangan hampir 3 persen volume gletsernya. Angka tersebut menjadi tingkat penyusutan tertinggi keempat sejak pengukuran dimulai, hanya kalah dari tahun 2022, 2023, dan 2003.

Menurut pernyataan tersebut, meski 2025 ditetapkan sebagai Tahun Pelestarian Gletser Internasional, kondisi cuaca justru mempercepat pencairan.

Musim dingin dengan curah salju rendah, ditambah gelombang panas pada Juni dan Agustus, membuat cadangan salju habis pada awal Juli. Akibatnya, massa es mulai mencair lebih cepat dari biasanya.

Secara geografis, gletser di bawah ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut menjadi yang paling terdampak. Beberapa gletser mencatat penurunan ketebalan es lebih dari 2 meter, sementara lainnya berkurang sekitar 1 meter.

Direktur GLAMOS, Matthias Huss, memperingatkan bahwa pencairan gletser yang berkelanjutan bukan hanya soal hilangnya cadangan air, tetapi juga ancaman bagi keselamatan.

“Berkurangnya gletser secara terus-menerus juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan gunung. Hal ini dapat memicu peristiwa seperti di Lembah Lötschental, di mana longsoran batu dan es mengubur Desa Blatten,” jelasnya.Fenomena ini menambah daftar panjang bukti nyata perubahan iklim global yang semakin sulit diabaikan.

No comments:

Post a Comment

Josh Groban Gelar Konser di Jakarta dengan Iringan Orkestra, Ada Duet dengan Raisa

  AYAHQQ - Josh Groban untuk pertama kalinya akan menggelar konser solo di Indonesia. Pertunjukan yang merupakan rangkaian dari tur konser b...