LIGABOLA- Asal-usul Jelangkung merupakan bagian dari budaya mistis masyarakat Indonesia yang erat kaitannya dengan ritual pemanggilan arwah. Tradisi ini sudah dikenal sejak zaman dahulu dan berasal dari kepercayaan animisme dan dinamisme yang berkembang di Nusantara, khususnya di daerah Jawa.
1. Asal Kata
Kata "Jelangkung" diyakini berasal dari gabungan kata “jelang” (datang) dan “kung” (sejenis sapaan halus atau simbol roh leluhur). Ada pula versi yang menyebutkan berasal dari mantra “Jelangkung, jelangkung, di sini ada pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput, pulang tak diantar.”
2. Bentuk Boneka
Boneka jelangkung dibuat sederhana dari:
-
Batang kayu atau bambu berbentuk salib (sebagai tubuh),
-
Kelapa kecil atau batok sebagai kepala,
-
Dibalut kain putih (melambangkan pakaian),
-
Kadang diberi wajah, dan tangannya memegang alat tulis untuk menjawab pertanyaan.
3. Tujuan Ritual
Ritual ini dilakukan untuk memanggil arwah agar bisa berkomunikasi, baik untuk:
-
Bertanya tentang masa depan,
-
Mencari tahu tentang hal gaib,
-
Menghubungi roh penasaran atau orang yang telah meninggal.
4. Proses Ritual
-
Dilakukan biasanya malam hari,
-
Ditemani lilin, dupa, dan mantra pemanggil arwah,
-
Orang-orang yang terlibat duduk melingkar, memegang boneka jelangkung,
-
Setelah roh ‘masuk’ ke boneka, boneka akan mulai bergerak dan menulis jawaban lewat alat tulis.
5. Aspek Mistis
Dalam budaya Jawa, jelangkung tidak main-main. Salah memanggil atau tidak mengantarkan kembali arwah bisa menyebabkan gangguan supranatural. Oleh karena itu mantra “datang tak dijemput, pulang tak diantar” sebenarnya justru berbahaya karena tidak melepas roh dengan baik.
6. Perkembangan Modern
Kini jelangkung lebih dikenal lewat film-film horor Indonesia seperti Jelangkung (2001), yang mengangkat cerita boneka mistis ini ke dalam budaya populer. Namun praktik aslinya masih dipercaya sebagian orang, terutama di pedesaan.
No comments:
Post a Comment